Artikel 

Perlukah MUI Membentuk Dewan Etik Da`i?

Oleh:  KH Jamaluddin  F. Hasyim Ketua KODI Provinsi DKI Jakarta Pengasuh Ma`had Aly Al-Aqidah Al-Hasyimiyyah Dalam Rakornas virtual Komisi Dakwah dan Pengabdian Masyarakat Majelis Ulama Pusat (MUI) Pusat beberapa hari lalu, berkembang usulan untuk membentuk dewan etik bagi kasus-kasus yang terjadi di dunia dakwah, khususnya yang berkaitan dengan mubaligh atau da’i. Alasannya sederhana, makin banyak muncul kegaduhan akibat perkataan atau tindakan seorang da’i publik figur yang dipandang keliru. Dewan Etik diharapkan dapat memberi teguran atau sanksi kepada sang da’i tersebut. Da’i adalah satu dari empat “rukun” dakwah; da’i , mad’u…

Read More
Artikel 

Seberapa Penting Anda Tahu tentang Orientasi Seksual Menyimpang dan Fetish?

Oleh: Rakhmad Zailani Kiki Penemu dan Trainer Kuantum Jodoh   Diklat Kuantum Jodoh Angkatan Ke-10 tahun 2020 tadi siang (Ahad, 14 Juni 2020) kembali diselenggarakan melalui kegiatan webinar Zoom Cloud Meetings bekerjasama dengan HATAM. Diklat Kuantum Jodoh sudah saya selenggarakan sejak tahun 2010, sudah sepuluh tahun, awalnya bernama Diklat Ta`aruf. Namun, seiring waktu dan ilmu serta pengalaman yang bertambah banyak, lahirlah sebuah konsep yang saya namakan Kuantum Jodoh. Salah satu materi yang saya sampaikan di Diklat Kuantum Jodoh Angkatan Ke-10 adalah tentang orientasi seksual menyimpang dan fetish. Mengapa materi ini…

Read More
Artikel Opiniku 

New Normal dengan Amalan Tasawuf

Oleh: Suhaena Lurah Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta Utara   Pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia, khususnya Jakarta, bukan saja menjadi bencana kesehatan, tetapi telah mejadi bencana  ekonomi dan sosial. Banyak perusahaan yang harus me-PHK karyawannya, perkantoran tutup, pengangguran bertambah, daya beli masyarakat pun mulai melemah. Selain ekonomi, kehidupan sosial juga berubah. Orang harus berada di rumahnya dalam waktu yang lama, silaturrahim, interaksi sosial yang biasanya berlangsung intens langsung terputus. Beruntung bagi yang masih bisa silaturrahim atau bersosialisasi lewat online karena memiliki fasiltiasnya, namun tidak sedikit yang tidak mampu karena harus…

Read More
Artikel 

Karena Kita Taat dan Disiplin, Alhamdulillaah, Kita Shalat Jumat Lagi!

Oleh: KH Jamaluddin F. Hasyim Ketua Koordnasi Dakwah Islam (KODI) Provinsi DKI Jakarta Alhamdulillah pelaksanaan shalat Jumat pertama kali sejak pandemi COVID-19, sekitar tiga bulan lalu, berlangsung lancar. Umat Islam berhasil menunjukkan ketaatan dan kedisiplinan mereka terhadap protokol kesehatan. Hal ini menjamin pelaksanaan ibadah berjamaah bukanlah momok penyebaran wabah seperti sering didengungkan. Ketika banyak protes atas beda perlakuan antara larangan berkerumun di rumah ibadah (bukan hanya masjid) dan fasilitas umum seperti pasar dan terminal, dimana fatwa seputar ibadah selama masa pandemi oleh MUI menjadi dasar pemerintah melakukan pelarangan. Umat Islam…

Read More
Artikel 

Bagaimana Ulama Bersikap Jika Ada Perbedaan Hisab dan Rukyat?

Oleh: KH Zulfa Mustofa MY Ketua Bidang Fatwa MUI Provinsi DKI Jakarta Dalam persoalan penetapan awal Ramadhan, awal Syawal, dan awal Dzulhijjah,kerap terjadi perbedaan pendapat antara ahli hisab dengan ahli hisab, ahli hisab dengan ahli rukyat, atau ahli rukyat dengan ahli rukyat. Bahkan perbedaan ini juga terjadi pada ulil amri yang menetapkannya dalam sidang itsbat dengan ahli hisab atau dengan ahli rukyat. Lalu, bagaimana seharusnya ulama bersikap? Saya merujuk kepada pendapat Imam Ibnu Hajar al-Haitami. Nama lengkapnya adalah Al-Imam al-Faqih al-Mujtahid Syihabuddin Ahmad bin Muhammad bin Muhammad bin Ali bin…

Read More
Artikel 

Hitungan Zakat Fitrah dengan Gandum, Kurma, Kismis, Beras atau Uang? (Studi Ushul Fiqih)

KH Zulfa Mustofa MY Ketua Bidang Fatwa MUI Provinsi DKI Jakarta Seiring tibanya waktu pembayaran Zakat fitrah , banyak pengumuman dari Baznas , lembaga zakat serta masjid dan mushalla terkait besaran zakat fitrah yang umumnya berbunyi ;” Panitia Zakat Fitrah menerima dan menyalurkan zakat fitrah dengan ketentuan sebagai berikut ;  Beras 3,5 liter atau uang 35 ribu rupiah ( ketetapan Baznas Bazis DKI Jakarta tahun 2020 ).” Masalah ini menjadi menarik karena di sisi lain Lembaga Bahtsul Masail  ( LBM ) PWNU Jawa Timur  pada tangga 13 Ramadhan 1440 H/…

Read More
Artikel 

TANDA-TANDA KIAMAT UNTUK SIAPA?

Oleh: Rakhmad Zailani Kiki Penulis buku dan artikel Islam, Kepala Divisi Pengkajian dan Pendidikan Jakarta Islamic Centre Lega rasanya suara keras sebagai bagian tanda-tanda kiamat yang digembar-gemborkan oleh segelintir orang saat hari Jumat, 15 Ramadhan 1441H-merujuk pada sebuah hadits yang keshahihannya dipersilihkan, bahkan Ibnu Jauzi menyatakan hadits ini palsu-tidak terjadi. Peristiwa alam yang terjadi sejak dulu sampai sekarang memang kerap dikaitkan oleh sebagian orang dengan tanda-tanda akan terjadinya kiamat. Tanda-tanda ini bukanlah kiamat itu sendiri. Mengenai kapan waktu terjadinya kiamat, nyaris semua ulama sepakat tidak ada makhluk baik di bumi…

Read More
Artikel 

Hukum Onani: Memelihara Iman dan Menjaga Nafsu di Bulan Ramadhan

Oleh ; Abdul Muiz Ali Pengurus Lembaga Dakwah PBNU   Belakangan viral di media sosial tentang petikan isi ceramah salah satu ustadz yang menjelaskan khilafiyah ulama hukum onani pada saat puasa di bulan Ramadhan. Meski betul hukum onani masih ikhtilaf, tetapi mengemukakan pendapat yang memperbolehkan seperti menjelaskan pendapatnya Imam Ibnu Hazam, Imam As-Syaukani dan Nashiruddin Al-Albani yang menyalahi jumhurul Fuqoha’ (syadz) –sebagaimana ia jelaskan sendiri– dalam komunitas yang mayoritas masih awam soal agama tentu sangat tidak arif. Isi ceramahnya akan menimbulkan orang awam menjadi bingung dan sangat mungkin bagi orang…

Read More
Artikel 

Pandemi COVID-19 dan Kelenturan Syariat dalam Ibadat

Oleh: KH Zulfa Mustofa MY Ketua Bidang Fatwa MUI Provinsi DKI Jakarta   Seperti yang kita ketahui dan rasakan, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akibat pandemi virus Corona (COVID-19)  bukan hanya menyasar pada aktivitas kerja, usaha dan belajar saja, tetapi juga pada aktivitas ibadah, khususnya shalat Wajib berjamaah di masjid atau musholla dan shalat Jumat. Aktivitas ibadah ini, karena PSBB,  harus dilaksanakan di rumah masing-masing.  Kebijakan  yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat dan pemerntah darerah serta didudukung oleh fatwa MUI Pusat ini ada yang menerma ada pula-yang sampai tulisan ini saya…

Read More
Artikel 

Lupa Niat Puasa, Lalu Bagaimana?

Tanya:  Ustadz, saya lupa baca niat puasa, bagaimana puasa saya?   Jawab Ustadz AMA: Dalam madzhab Syafi’i, niat itu termasuk rukun puasa. Membaca niat harus di malam hari sebelum  shubuh.  Jadi kalau ada orang lupa niat atau sengaja tidak niat, maka puasanya tidak sah dan wajib qodho’.  Kewajiban niat harus di malam hari merujuk pada hadis Nabi SAW yang berbunyi: مَنْ لَمْ يُبَيِّتِ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ “Barangsiapa yang tidak berniat puasa pada malam hari maka tak ada puasa baginya.” (HR. Ahmad)   Dalam madzhab Syafi`i, jika seseorang…

Read More
Support by: Jasa Web SEO