Artikel 

Lupa Niat Puasa, Lalu Bagaimana?

Tanya:  Ustadz, saya lupa baca niat puasa, bagaimana puasa saya?

 

Jawab Ustadz AMA:

Dalam madzhab Syafi’i, niat itu termasuk rukun puasa. Membaca niat harus di malam hari sebelum  shubuh.  Jadi kalau ada orang lupa niat atau sengaja tidak niat, maka puasanya tidak sah dan wajib qodho’.  Kewajiban niat harus di malam hari merujuk pada hadis Nabi SAW yang berbunyi:

مَنْ لَمْ يُبَيِّتِ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ

“Barangsiapa yang tidak berniat puasa pada malam hari maka tak ada puasa baginya.” (HR. Ahmad)

 

Dalam madzhab Syafi`i, jika seseorang yang lupa niat di malam hari, meski puasanya tidak sah di hari itu, dia tetap harus imsak; tidak boleh makan dan minum di siang hari bulan Ramadhan karena untuk memuliakan bulan suci Ramadhan.

Namun, ada pendapat dari madzhab Hanafi; orang yang lupa niat di malam hari, boleh niat puasa di pagi hari.

وَيُسْتَحَبُّ أَنْ يَنْوِيَ فِي أَوَّلِ نَهَارِهِ الصَّوْمَ عَنْ رَمَضَانَ لِأَنَّ ذَلِكَ يُجْزِئُ عِنْدَ أَبِي حَنِيفَةَ فَيَحْتَاطُ بِالنِّيَّةِ

 

“Disunahkan (bagi yang lupa niat di malam hari) berniat puasa Ramadhan di pagi harinya. Karena yang demikian itu mencukupi menurut Imam Abu Hanifah, maka diambil langkah kehati-hatian dengan berniat.” (Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Al-Majmû’ Syarhul Muhadzdzab, 6/ 315)

 

Dalam madzhab Hanafi, niat puasa Ramadhan boleh di pagi hari sampai sebelum masuk waktu dzuhur. Dengan mengikuti atau taqlid (ikut) kepada pendapat Imam Hanafi, maka Anda boleh melanjutkan puasanya sesuai aturan dan ketentuan puasa dalam madzhab Hanafi. Demikian jawaban saya. ***

Related posts

Leave a Comment

Support by: Jasa Web SEO