Apa Kata Pengurus MUI DKI Jakarta Tentang HAM?
KLASIKMEDIA.COM, JAKARTA- Salah satu rekomendasi yang ditetapkan di Rapat Paripurna MUI Provinsi DKI Jakarta yang diselenggarkaan di Putri Duyung Cottage, Ancol, Jakarta Utara, Selasa-Rabu (9-10 /12/2025) adalah tentang penguatan HAM (Hak Asasi Manusia).
Tepat di hari HAM Sedunia tanggal 10 Desember 2025, Klasikmedia.com mewawancarai tiga pengurus MUI DKI Jakarta, yaitu: Dr. H. Robi Nurhadi, M.Si (Bidang Hubungan Luar Negeri), Dr. H. Rubandi dan H. Muhammad Tsaqib Idary, S.H., M.H. (Bidang Kajian dan Penelitian) di sela-sela santai mereka menikmati sarapan pagi di Restoran Putri Duyung Cottage.
Apa pendapat Kyai Robi (Dr. H. Robi Nurhadi, M.Si) terhadap HAM dulu dan hari ini?
Pertama, HAM itu sudah lahir dari Islam sebelum Barat melahirkan. Terkenal dengan kisah tokoh Bilal, seorang budak, yang dimerdekakan oleh umat Islam. Jadi, dunia harus jujur saja ketika mengangkat isu HAM, jangan rujukannya ke Barat saja, tetapi juga Islam; Kedua, jangan menggunakan standar ganda dalam menilai HAM hanya karena pendekatannya kekuasaan. Jadi, HAM tidak boleh ditentukan oleh penguasa, sebagai contoh korbannya adalah Palestina. Bagaimana kemudian kdidahejahatan Israel terhadap Palestina dari dulu sampai sekarang tidak dianggap sebagai pelanggaran HAM karena Israel dekat dengan penguasa dunia (AS) ; dan Ketiga, khusus di Indonesia, masih banyak PR HAM yang mestinya tidak boleh dilupakan karena menjadi komintmen jujur dari Presiden Prabowo yang pernah dianggap punya masalah HAM. Jadi semakin Beliau bisa membuktikan keberpihakannya terhadap HAM, semakin menjawab bahwa Beliau tidak punya masalah dengan HAM.
Untuk Kyai Rubandi (Dr. H. Rubandi), bagaimana menanggapi kasus tewasnya seorang pengemudi truk sampah Pemprov DKI Jakarta karena kelelahan, kerja overtime, apakah ini termasuk pelanggaran HAM?
Karena ada tuntutan-tuntutan terhadap dirinya, maka pengemudi truk sampah kelelahan sampai meninggal dunia. Jadi, HAM terkait prosperity atau kesejahteraan pekerja harus diperhatikan oleh pimpinannya, jangan sampai terjadi pekerja tewas karena overtime mengemudi truk sampah; dia ini pejuang yang membersihkan sampah dari kota Jakarta. Apalagi Jakarta ingin menjadi kota global, maka masalah HAM dan kesejahteraan pekerja, khususnya di lingkungkan Pemprov. DKI Jakarta, harus didahulukan.
Terakhir ke Kyai Tsaqib (H. Muhammad Tsaqib Idary, S.H., M.H.). Bagaimana tentang HAM di Jakarta ini?
Persoalan HAM adalah persoalan negara. Filosofi dari suatu negara itu dia harus berjuang untuk rakyat dan bisa mempertahankan HAM. Ketika suatu masalah terkait dengan HAM muncul, maka terlihat negara tidak hadir di situ. Seperti contoh kasus tewasnya pengemudi truk sampah Pemprov. DKI Jakarta dan banyak lagi kasus-kasus pekerja lainnya, maka itu sangat melanggar HAM dan secara konstitusi, secara hukum, termasuk pelanggaran berat terhadap rakyatnya. Jadi, jangan sampai hal ini terulang lagi dan negara harus bisa hadir dan terus memperkuat HAM.

