Berita Klasik Media 

Haul Gus Dur ke-16 di Kampung Family, Kediri Merakyat & Meriah Habis!

KLASIKMEDIA.COM, KEDIRI- Memperingati wafatnya KH Abdurraman Wahid alias Gus Dur adalah  untuk meneladaninya, dan salah satu keteladanan Gus Dur adalah berpihak ke rakyat kecil. Inilah yang menjadi motivasi seorang Gus Durian, pendiri komunitas Santrine Gus Dur yang juga owner restoran Kampung Family, Muhammad Rofi`i Mukhlis alias Cak Ofi dengan menggelar makan gratis sebanyak 2025 porsi dan kegiatan lainnya selama dua hari, 28-29 Desember 2025 di restoran Kampung Family, Kediri yang beralamat di Jl. Erlangga No. 95, Katang, Kediri, Jawa Timur dalam rangka Haul Gus Dur ke-16.

“Haul Gus Dur ke-16 oleh Kampung Family di Kediri ini untuk rakyat kecil dan pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat. Ini bukan sekedar haul, ini adalah ajang berbagi semangat dan keteladanan Gus Dur  sebagai bapak pluralisme, tokoh yang humanis dan berpihak pada rakyat kecil,” ujar Cak Ofi.

Lebih lanjut, Cak Ofi menyatakan bahwa kegiatan haul Gus Dur yang digelar oleh Kampung Family, Kediri ini konsepnya  bukan sekedar doa dan tahlil serta bagi makanan gratis sebanyak 2025 porsi saja, berupa rawon dan bakso, tetapi konsepnya merakyat yang bergerak di pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat.

“Doa dan tahlil tetap ada di acara haul ini, dan juga ada acara pentas seni dan budaya. Tapi, ada kegiatan sembako murah sebagai respon atas kebutuhan masyarakat di tengah beban ekonomi yang semakin berat dan UMKM-UMKM diberi tempat jualan di area haul tanpa dipungut biaya sebagai bentuk dukungan bagi ekonomi lokal,” ujar Cak Ofi.

“Jadi, ini bukan sekedar acara haul, ini adalah gerakan sosial keagamaan yang hidup, yang memadukan doa, seni budaya, ekonomi dan kepedulian nyata. Masyarakat yang hadir di acara haul dan menikmati sajian Kampung Family, Kediri ini bukan hanya  untuk yang beragama Islam saja, tapi juga untuk semua. Jadi, haul Gus Dur itu untuk semua!” Pungkas Cak Ofi.

Dari pantauan media, masyarakat yang hadir di Haul Gus Dur ke-16 Kampung Family, Kediri, Jawa Timur begitu banyak dan membludak, dari jam enam pagi sampai malam hari. Betul-betul merakyat dan meriah habis! *

 

Related posts