Berita 

Ketua MBG Watch:Pak Presiden Prabowo, MBG Harus Dihentikan Sementara untuk Evaluasi Total!

KLASIKMEDIA.COM, JAKARTA- Pelaksanaan program Makan Gizi Gratis (MBG) yang dimulai kembali secara serempak pada 8 Januari 2026  mendapat banyak sorotan, masukan dan kritikan dari berbagai pihak karena masih terdapat kelemahan dan kekurangan yang harus dieveluasi seperti hasil pantuan dari MBG Watch.

“Dari bulan Januari sampai pertengahan Februari 2026, menurut catatan MBG Watch yang dihimpun dari berbagai pemberitaan, masih banyak terjadi kasus-kasus keracunan dengan akumulasi jumlah korban keracunan sudah ribuan orang dan kualitas menu makanan MBG yang belum mencukupi standar pemenuhan gizi anak dari berbagai daerah di Indonesia. Ini tentu sangat memprihatinkan,” ujar Ketua MBG Watch, Muhammad Rofi`i Mukhlis alias Cak Ofi.

Lebih lanjut, Cak Ofi menyatakan bahwa hampir setiap minggu ada saja kasus keracunan massal MBG ini yang membuat para korban tentu saja trauma. Bahkan orang tua murid dan sekolah sudah ada yang melakukan aksi menolak program MBG.

“Pemerintah, dalam hal ini Bapak Presiden Prabowo, harus melihat kasus-kasus keracunan massal MBG ini bukan sebagai angka statistik yang masih rendah, nol koma sekian. Tapi, lihat dampaknya kepada trauma para korban keracunan makanan yang jumlahnya sudah ribuan itu, lihat pada para orang tua dan pihak sekolah yang trauma dan menolak program MBG ini. Jika dibiarkan, tidak dilakukan evaluasi total, mungkin kasus-kasus keracunan massal MBG ini akan bisa terjadi setiap harinya, dan orang tua serta pihak sekolah yang menolak program MBG akan semakin banyak. Program MBG jadi gagal total!” Tegas Cak Ofi.

“Karenanya, MBG Watch meminta kepada Bapak Presiden Prabowo untuk menghentikan dulu Program MBG ini agar dilakukan evaluasi total terhadap seluruh aspek dari program MBG dan melakukan tindakan tegas kepada para pejabat di BGN dan pelaksana MBG di tingkat dapur atau SPPG yang turut andil dan menyebabkan keracunan massal, pidanakan mereka ini. Harus diberikan sanksi hukum yang tegas sebagai efek jera dan menjadi pelajaran  bagi pejabat di BGN dan  SPPG lainnya,” ujar  Cak Ofi.

“Yang terhormat, Bapak Presiden Prabwo,  yang dikhawatirkan itu, jika tidak ada evaluasi total MBG dan tindakan tegas kepada oknum-oknum yang menyebabkan keracunan massal dan keracunan massal karena MBG masih terus terjadi, masyarakat yang trauma dan menolak program MBG akan semakin banyak dan bisa berujung pada pembangkangan sosial atau pembangkangan sipil, civil disobedience. Jika pembangkangan sipil ini terjadi secara luas, yang rugi bangsa ini, kita semua. Sudah tidak ada gunanya lagi program MBG ini!” Pungkas Cak Ofi prihatin. *

Related posts