Artikel 

KERJA KERAS ATAU KERJA CERDAS?

Oleh : Witri Sawalia

Mungkin ini sesuatu yang membosankan ya, klasikers.  Membicarakan sebuah  sebuah kalimat.

Menanggapi hal ini, entahlah itu tergantung bagaimana kita menggunakan cara,  bekerja keras  atau berkerja cerdas.

Klasikers, membicarakan tentang kerja,  tidak hanya serta merta mengenai bagaimana cara mencari nafkah loh. Tentu saja tidak. Itu mungkin pemahaman yang terlalu sempit karena sebuah kata itu memiliki arti yang luas, apalagi bila  kata mulai dipadu padankan.

Kerja bisa jadi mengenai tindakan, atau sesuatu yang kita lakukan secara sengaja. Dan kerja tak ayal juga mengenai sesuatu yang dilakukan untuk mencari penghidupan atau umumnya mata pencaharian. Seperti pengertian kerja menurut KKBI dibawah ini:

Ker.ja

  1. n kegiatan melakukan sesuatu; yang dilakukan (diperbuat): –nya makan dan minum saja
  2. n sesuatu yang dilakukan untuk mencari nafkah; mata pencaharian: selama lima tahun –nya berdagang

Dan masih ada lagi pengertian kerja lainnya, yang mungkin kita akan simpan dahulu.

Memecahkan Batu

Batu adalah benda yang keras dan kokoh, untuk memecahnya  diperlukan  usaha yang keras untuk. Dan usaha itu, diwujudkan dalam bentuk tindakkan kita dalam proses memecahkan batu tersebut.

Apakah kita akan mampu memecahkannya atau tidak? Apakah kita intens dan konsisten dalam mencoba memecahkannya? Berapa pukulan yang diperlukan agar batu itu pecah? tiga kah? Empat kali, atau lima? Lantas sampai hitungan ke lima batu itu juga tidak pecah kita akan berhenti begitu saja?

Well  Klasiker, disinilah kata kerja keras  timbul. Kerja keras  memiliki pengertian,  yaitu suatu tindakan, atau suatu pekerjaan yang dikerjakan dengan sungguh-sungguh, gigih dan sekuat tenaga ataupun sekuat yang  kita bisa.

Maksudnya adalah bahwa suatu pekerjaan dilakukan dengan sangat giat, tanpa megenal lelah, selalu berfikir positif dan optimis dalam melakukan pekerjaannya. Sehingga dalam penyelesaiannya tidaklah secara setengah-setengah tetapi lebih kepada pencapaian visi yang sesungguhnya.

Misalnya dalam hal memecahkan batu tadi , bila kita adalah orang yang senantiasa bekerja keras maka kita akan selalu mencoba untuk memecahkan batu tersebut hingga apa yang kita inginkan itu tercapai. Entah itu harus beratus-ratus kali,  dicoba atau dipukul kita akan senantiasa berusaha tanpa berputus asa.

Membuat sebuah Taktik

Tapi Klasikers, Kerja keras saja tak cukup. Berusaha memecahkan batu dengan dipukul ratusan kali itu bagus, namun terlalu memakan waktu yang amat lama sehingga target kita hanya bisa memecahkan batu dari sekian lama waktu yang dihabiskan sehingga banyak waktu yang disia-siakan. Oleh karena itu, selain kerja keras kita juga harus Kerja cerdas

Related posts

Leave a Comment

Support by: Jasa Web SEO