Berita 

Ketua Umum BKN Merespon KH Anwar Abbas: Jangan Mengatasnamakan MUI, Jika Pendapat Pribadi!

KLASIKMEDIA.COM, JAKARTA-Pertemuan Abu Janda dengan KH As`ad Ali, Mantan Wakil Ketua Umum PBNU, Kamis kemarin (11/02/2021) yang sempat mengecam Abu Janda menjadi sorotan publik dan sempat viral beberapa hari ini. Ada peran besar dari Muhammad Rof`ii Mukhlis alias Gus Rofi`i, Ketua Umum Barisan Ksatria Nusantara (BKN) sehingga pertemuan itu  terjadi. Berikut hasil wawancara Klasikmedia.com dengan Gus Rofi`i mengenai latar belakang pertemuan tersebut.

 

Mengapa Abu Janda memilih Anda untuk mendampinginya bertemu KH As`ad Ali?

Sebenarnya, saya tidak terlalu kenal dengan Abu Janda. Atas perantara seorang habib, atas izin Allah, saya dipertemukan oleh Abu Janda.  Abu Janda kemudian percaya kepada BKN.Dan pesan-pesan BKN kepada Abu Janda untuk jangan bermedsos dulu, jangan menghina orang, mencaci orang, ejek-ejek orang sambil joget-joget,  ternyata dia patuhi. Saya patut syukuri atas perubahan Abu Janda ini.  Abu Janda, minta tolong kepada BKN agar diberi kesempatan untuk bisa berbuat baik dan sowan ke para kyai  dan tokoh masyararakat  yang belum paham masalah yang sebenarnya, dia ingin datangi untuk minta maaf, tabayyun, tapi saya kan tidak punya akses.  Nah, kemarin Kamis, Alhamdulillaah, atas takdir  Allah, saya bisa dampingi Abu Janda.

 

Kenapa Abu Janda tidak Anda ajak ke MUI Pusat?

Ngapain ke MUI Pusat ? Masa sekelas MUI Pusat mengurusi Abu Janda?  Sayanglah, eman-eman, kalau MUI Pusat mengurusi Abu Janda. Biar BKN saja yang mengurusi.

 

Bagaimana dengan pernyataan Kyai Anwar Abbas dari MUI Pusat bahwa Abu Janda telah banyak menyakiti umat Islam ?

Yah tidak masalah, tapi itu bukan atas nama MUI Pusat sebagai lembaga, tetapi atas nama pribadi Kyai  Anwar Abbas. Kita hormati itu. Tetapi, yang perlu saya kritisi, saya mohonlah kepada guru-guru saya, kyai-kyai saya yang ada di MUI Pusat, hendaklah untuk  ke depan, ketika ada pernyataan pribadi, tolong dipilah-pilah! Jangan mengatasnamakan lembaga MUI Pusat. Kasihan umat. Umat ini sudah kesulitan mencari sandang pangan, malah dibingungkan dengan pernyataan pribadi  salah satu pengurus MUI Pusat.  Jadi, biasanya, indikasinya, jika atas resmi atas MUI, biasanya ada hasil rapat pimpjnan. Dan ada surat resmi MUI Pusat yang ditandatangani Ketua Umum dan Sekretaris Umum MUI Pusat. Jika  surat pernyataan MUI Pusat itu ada, maka pernyataannya resmi. Jika  tidak ada, maka harus itu ditertibkan. Tidak boleh pengurus MUI Pusat mengeluarkan perrnyataan pribadi dengan mengatasnamakan MUI Pusat.

 

Apa harapan Anda ke depan atas masalah ini?

Harapan saya, marilah kita ini sebagai anak bangsa untuk saling memaafkan. Ketika orang sudah minta maaf, bertobat kepada Allah, ya mari kita maafkan. Samalah ketika  saya menjenguk Almarhum Ustadz Maaher Ath-Thuwailibi  yang menghina guru kita, Habib Luthfi bin Yahya saya wawancara juga ,  Maka saya sebagai santri NU, bahkan bukan hanya  menyambangi Ustadz Maaher tapi juga untuk  menjaminkan diri, meminta penangguhan penahanan Ustadz Maaher. Islam harus seperti itu memang . Nah, Abu Janda juga kan orang Islam.  Samalah,  ketika minta maaf atas kesalahannya, bertobat, ya sebaiknya kita maafkan. Namun, berkaitan dengan  masalah hukum Abu Janda,  itu bukan wilayah  saya, biarlah menjadi urusan penegak hukum.

Related posts