Artikel 

Solusi Al-Quran Hadapi Covid

Oleh: Latif HATAM   Suatu saat di grup WhatsApp kami ada seorang teman yang memposting seperti ini: _Dear Sahabat Fillah Alhamdulillah.. Berkat do’a dari antum semua, saat ini ana sdh pulih dan bisa beraktivitas kembali, Selain perbanyak vitamin dan protein sbg asupan utk menunjang pertumbuhan imunitas tubuh, Ternyata yg paling baik adalah Perbanyak Tilawah Quran dg di Jahar kan._   Apa yang dilakukan oleh teman saya  sangat tepat. karena dengan Tilawah Al-Quran yang diajarkan banyak hikmah yang kita dapat antara lain adalah kita memasuki gelombang Alfa. Orang yang memasuki gelombang…

Read More
Artikel 

Mengapa Kita Harus Berdoa?

Oleh: Latif HATAM   Beberapa perusahaan di dunia maupun di Indonesia mengharuskan karyawannya untuk berdoa sebelum bekerja. Kebijakan ini bukan tanpa sebab karena doa merupakan  salah satu cara yang ampuh untuk meningkatkan spiritualitas karyawan dalam bekerja. Selain untuk meningkatkan spiritualitas kerja, menurut Franes Pradusuara (2012) dan dengan beberapa tambahan dari penulis, minimal ada enam alasan doa menjadi penting dilakukan seseorang sebelum bekerja, yaitu: Pertama, doa mencerminkan rasa syukur pada pekerjaan. Pekerjaan yang kita miliki adalah anugerah karena banyak orang yang masih menganggur padahal mungkin dalam pendidikan mereka lebih tinggi daripada…

Read More
Artikel 

Bersyukurlah!

Oleh: Latif HATAM   “O Lord! that lends me life, Lend me a heart replete with thankfulness! – Oh Tuhan yang telah memberiku kehidupan, Berikanlah hamba hati yang penuh dengan rasa syukur!” – William Shakespeare (1564-1616), Penyair, Penulis Drama, dan Seniman. Penyebab utama terjadinya penyelewengan adalah sikap buruk. Baik sikap serakah, kufur nikmat maupun gaya hidup yang lebih besar daripada income. Resep untuk mengobati sikap-sikap penyebab penyelewengan tersebut adalah syukur atau kebersyukuran. Efek positif dari bersyukur ini juga telah diteliti oleh Dr. Michael McCollough dari Southern Metodist Univercity, Dallas-Texas, dan…

Read More
Artikel 

Apresiasi Allah untuk Kerja Keras

Oleh: Latif HATAM Gusti Allah mboten sare, begitulah bunyi salah satu mutiara kearifan budaya Jawa yang artinya Allah tidak tidur. Allah Swt. selalu melihat  dua puluh empat jam penuh tingkah laku semua makhluk, bahkan yang terbersit di qalbu seluruh manusia di dunia ini.  Allah Swt. juga tahu kerja keras Anda sebagai karyawan, apalagi ketika harus lembur, begadang di tengah malam buta saat sebagian besar manusia tertidur lelap. Gusti Allah mboten sare! Selain Maha Mengetahui, Allah Swt. juga Maha Memberi atau Maha Mengapresiasi kerja keras Anda. Lalu, apa bentuk apresiasi-Nya kepada…

Read More
Artikel 

Membangun Pasif Pahala

Oleh: Latif HATAM   Pasif pahala atau sustainable effort adalah pahala yang terus mengalir. Seseorang, seperti pekerja, tentu membutuhkan dan ingin memiliki pasif pahala. Untuk memiliki pasif pahala ini, seseorang harus menjadi spiritual yang kaya akan makna dan memiliki wawasan kekahiratan. Tanpa wawasan keakhiratan hidup menjadi kurang bermakna. kesuksesan dunia tidak ada artinya tanpa diikuti kesuksesan akhirat. Karena dunia adalah satu titik dari garis lurus yang panjang. Bagaimana cara membangun kesuksesan akhirat?  Orang yang spiritual menganggap bahwa orang yang sukses adalah mereka yang masuk surga; masa depan adalah akhirat; bekerja…

Read More
Artikel 

Magnet Spiritual

Oleh: Latif HATAM   Metode lain agar spiritualitas kerja lestari dalam diri kita  adalah dengan menggunakan spirituality magnet atau magnet spiritual. Magnet spiritual adalah kemampuan mendatangkan ulang rasa spiritual dan menerapkannya pada pekerjaan. Kenapa? Karena We respond not to the reality but to the memory of the reality (Selama ini kita merespon bukan kepada realitas, tetapi kepada ingatan dari realitas tersebut). Selain itu, dalam kehidupan kita sehari-hari kita seringkali menjalankan sesuatu karena pengkondisian masa lalu dan tidak pernah kita pertanyakan sehingga kualitasnya menjadi itu-itu saja. Kita pasrah dengan pengkondisian masa…

Read More
Artikel 

Mengenal Dzikir dan Urgensinya

Oleh: Latif HATAM   Pengertian Dzikir Dzikir berasal dari kata ذَكَرَ, yang memiki 2 arti yaitu: 1. Mengingat , mengingat, mengenang, merasakan dan menghayati. Alat untuk mengingat adalah qalbu. Dzikir dalam arti mengingat disebut juga dengan dzikir Khafi (samar) atau bisa disebut juga dengan dzikir Sirr (rahasia); 2. Menyebut. Cara menyebutkan tentu saja dilakukan dengan lisan. Dzikir jenis ini disebut juga dengan dzikir Jahri (nyata). Pembagian di atas sebagaimana firman Allah Swt. di dalam al-Qur’an:” Dan rahasiakanlah (sirri) perkataanmu atau nyatakanlah (jahri); sesungguhnya Dia Maha Mengetahui apa yang bergejolak di…

Read More
Artikel 

Mengenal Arkanuddin

Oleh: Latif HATAM   Setelah seseorang telah mengenal dirinya, maka kemudian ia perlu mengenal Tuhan yang menciptakan-Nya. Namun untuk mengenal Tuhan, ia harus mengenal dulu agama yang dianutnya terutama ajaran-ajaran pokoknya, dalam hal ini agama Islam. Sebagai agama, Islam memiliki tiga ajaran pokok dari agama atau arkanuddin yang menjadi pilar atau kaki yang menopangnya ( seperti tripod), yaitu Islam, iman dan ihsan yang masing-masing memiliki rukun (sesuatu yang harus dikerjakan) sehingga disebut dengan rukun Islam, rukun Iman dan rukun Ihsan.  Dalil tentang tiga kaki yang menopang agama Islam ini adalah…

Read More
Artikel 

Mari Mengenal Diri!

Oleh: Latif HATAM   Mengapa kita perlu mengenai diri? Karena dengan mengenal diri sangat membantu kita untuk dapat segera menjalin hubungan dengan Tuhan, pusat dari spiritualitas kita. Memahami bahwa kita tidak tercipta secara kebetulan (by chance). Jika kita menginternalisasi dan menghayati akan keberadaan diri kita, maka kita akan sampai kepada kesimpulan yang tak terelakkan bahwa Tuhanlah yang mencipta seluruh keberadaan. Selain itu, manusia secara natural senantiasa mencari alasan keberadaannya. Darimanakah kedatanganku ? Ke mana langkah yang aku tuju ? Untuk tujuan apa keberadaanku ? Dengan mengenal diri, kita akan memperoleh…

Read More
Artikel Pustaka 

Awal Ramadhan atau Awal Syawal dari Pukulan Beduk Guru Abdullah, Kuningan, Jakarta

Oleh: Rakhmad Zailani Kiki Peneliti dan Penulis Genealogi Intelektual Ulama Betawi   Dulu, sebelum Guru Abdullah (KH Abdullah bin H Suhaimi) wafat pada tahun tahun 1961, umat Islam di daerah Mampang (dulu namanya Kebon Baru) dan Kuningan, jika ingin mengetahui kapan masuknya awal Ramadhan atau juga awal Syawal, mereka cukup mengetahuinya, yakin, dari pukulan beduk Guru Abdullah setelah shalat Maghrib.  Jika tidak terdengar pukulan Guru Abdullah setelah shalat Maghrib tersebut, maka belum masuk awal Ramadhan atau awal Syawal. Keyakinan umat Islam di Mampang dan Kuningan, Jakarta Selatan terhadap pukulan beduk…

Read More